GESANG

Rp. 40.000
Hanya Tersisa 5 lagi
Quantity:

GESANG

Mengalir Meluap Sampai Jauh (Biografi Gesang),

IzHarry Agusjaya Moenzir,

The International Bestseller,

Genre           : Buku Biografi (The International Bestseller)

Edisi              : Indonesia

Judul Asli     : Gesang: Mengalir Meluap Sampai Jauh (Biografi Gesang)

Pengarang   : IzHarry Agusjaya Moenzir,

Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama,

Edisi              : SoftCover (Edisi Deluxe)
Jumlah hal   : 294 hal
Berat            : 400gr

Seri Buku Wajib Interational Bestseller, Genre : BISNIS, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi Seni&Fotografi, Hukum, Sosial, Budaya, Politik, Teknik, Statistika, BIOGRAFI, Fiksi & Non-Fiksi, Novel, Pendidikan dan Agama,

Harga Rp.40.000,-

(Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim)

“Tak pelak lagi, lagu ‘Bengawan Solo’ memang sebuah masterpiece. Masyarakat Indonesia mengakui, demikian juga dunia. Namun jangan terpaku pada sebuah lagu semata. Ada sekitar 40 lagu ciptaan Gesang yang menunjukan betapa kaya sebenarnya batin pria kelahiran Surakatrta ini. Lagu-lagunya ditulis pada waktu yang berbeda, yaitu saat kita masih dijajah Belanda dan Jepang, serta di zaman merdeka. Simaklah lagu ‘Bilamana Dunia Berdamai’ (1942), ‘Jembatan Merah’ (1943) dan ‘Caping Gunung’ (1973). Semua menjadi suara zaman, saksi sejarah bangsa kita. Kita harus berterima kasih dan bangga karena di Bumi Pertiwi pernah ada seorang seniman Keroncong dan Langgam Jawa yang tegar bergeming menyuarakan kepahlawanan. Dia bernama kehidupan. Dan Gesang adalah kehidupan. Meski dia telah tiada.”

(Sapta Nirwandar, Direktur Jendral Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata)

“Keberadaan Gesang di khazanah musik tanah air sesungguhnyahlah sebuah anugrah. Namun, mayoritas kita tidak melihatnya demikian. Sejak lama Gesang kita anggap biasa-biasa saja. Apalagi ketika Keroncong dan Langgam Jawa mulai memudar dan nyaris punah. Gesang yang terlupakan itu kemudian berpulang dan mendadak sontak kita mengelu-elukannya. Apakah itu karena kita menghargai karyanya? Saya ragu. Seorang semiman seharusnya dihargai karena karyanya, bukan karena iba hati, apalagi karena keinginan kita untuk tampil sebagai pembela kesenian. Buku ini saya harap bisa mendobrak ignorance, agar suat saat nanti kita sebaiknya menghargai seniman selama mereka masih bernyawa, meski tidak salah juga jika dilakukan pada saat mereka sudah tiada.”

(Rizaldi Siagian, Etnomusikolgi, Komposer, Penasihat Ahli Bidang Kebudayaan, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara)

Kamis 20 Mei 2010 pukul 18.10 WIB, Gesang wafat. “Tidak ada pesan terakhir. Bapa berangkat dalam hening yang dalam,“ ujar kemenakannya. Tapi, hidupnya adalah pesan itu sendiri, dan warisan abadi, karena makna dan buah karyanya. Telah dia keroncongkan niat hati itu.

Sekali ku hidup, sekali ku mati

Aku dibesarkan di Bumi pertiwi

Akan kutinggalkan warisan abadi

Semasa hidupku sebelum aku mati

Lambaian tanganku panggilan abadi

Semasa hidupku sebelum aku mati

Sesungguhnya, Sang Maestro tidak pernah mati, Mungkin dilupakan, tetapi semangatnya terus berbisik sebagai ilham.

IzHarry Agusjaya Moenzir, dikenal sebagai wartawan senior, kolumnis, pembawa acara televisi, dan produser program-program  talkshow. Memperoleh gelar sarjana (S1) dari Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara (USU) dan gelar master dari University Phillipine of Los Banos. Tahun 1992 dia mendapatkan tugas mengikuti program IVP yang membawanya melanglang ke 18 kota di Amerika Serikat, diikuti dengan perjalanannya ke kota-kota lain di mancanegara. Kini dia menjabat sebagai Ketua Tim Kerja Media Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum Harian Riau Mandiri Pekanbaru dan Harian Sijoni Mandiri Batam, Pemimpin Redaksi Trijaya Network, Asisten Managing Editor Harian Waspada, dan Program Director Prambos Rasisonia. Buku yang pernah ditulisnya Bukan Testimoni Susno yang diterbitkan Gramedia telah menjadi bestseller dan sempat membuat heboh karna banyak yang menilai sebagai buku putih, tapi dia tetap menjaga kebebasan dan keredibelitasnya.

ULYA BOOK STORE(JAWA TENGAH)

Distributor I www.ulyabookstore.com

Jl.Ngaran Mlese Klaten-Solo Km.4,5, Tuwuhan RT.01/RW.06,Pasungan,Ceper,Klaten, Jateng 57465

(0272) 8850149 , 081226574646, 085692991133, 085725408444, WA: 081226574646, 087774014646, Pin BB: D3703D5E, 549CCC69,

·  Toko buku online terbesar dan terpercaya dengan buku-buku bestseller pilihan berkulaitas,buku asli dengan kondisi buku baru bersegel, dan dengan potongan harga 30-60% dari harga standart

 

·  Genre: Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi Seni&Fotografi, Hukum, Sosial, Budaya, Politik, Teknik, Statistika, Biografi, Fiksi & Non-Fiksi, Novel, Pendidikan dan Agama.