INDONESIAKU TERGADAI

Rp. 35.000
Hanya Tersisa 5 lagi
Quantity:

INDONESIAKU TERGADAI

M. Hatta Taliwang, Salamudin Daeng, Dkk,

The International Bestseller,

Genre           : Buku Sosial, (The International Bestseller)

Edisi              : Indonesia

Pengarang   : M. Hatta Taliwang, Salamudin Daeng, Dkk,

Penerbit      : IEPSH,

Edisi              : SoftCover (Edisi Deluxe)
Jumlah hal   : 235 hal
Berat            : 300gr

Seri Buku Wajib Interational Bestseller, Genre : Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, SOSIAL, Budaya, Politik, Teknik, Statistika, Biografi, Fiksi & Non-Fiksi, Novel, Pendidikan dan Agama,

Harga Rp.35.000,-

(Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim)

“ Bangsa Indonesia perlu melakukan perubahan paradigma dari neoliberalisme menjadi ekonomi konstitusional yang menjadikan kepentingan nasional dan rakyat Indonesia menjadi kepentingan utama, bukan pelayan dari kepentingan internasional. Sudah waktunya meninggalkan sikap inlander dan mediocre menjadi bangsa yang percaya diri dan mandiri. Semangat inilah yang menjadi gugatan pokok yang diuraikan dalam hampir seluruh is buku ini. Buku ini memperjuangkan kemandirian dan kemerdekaan, seperti niat dan perjuangan para pendiri bangsa terutama Sukarna dan Hata. Gugatan ketidakadilan dibahas dengan data yang cukup gamblang dan rinci.”

(DR. Rizal Ramli,  Mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Keuangan)

“ Buku ini telah membantu menjelaskan kepada pembaca bangsa Indonesia, mengapa rakyat tetap miskin di negeri kaya raya. Keserakahan kapititalisme absolute yang disambut oleh agen-agen inlander menciptakan jurang yang dalam antara kekayaan sumeber daya alam dan kemiskinan sumber daya manusianya. Kita tak kekurangan ehli ekonomi, namun sangat langka pejuang ekonomi. Buku ini pantas dibaca bukan sekedar kritik kepada penguasa namun lebih dari itu guna membuka mata bangsa bahwa kita masih tergolong bangsa yang memubadzirkan anugrah ilahi yang melimpah.”

(KH. Hasyim Muzadi,  Mantan Ketua PB NU)

“ Buku ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang berapa besar dari kekayaan bangsa yang dirampokl oleh beberpa gelintir orang saja. Banyak yang sudah mengetahui dan membicarakannya di mana-mana tentang perktek perampokan oleh para elit bangsa sendiri, yang jauh lebih keji, lebih rakus dengan volume yang tiada taranya dibandingkan dengan penghisapan yang dilakukan oleh para penjajah Belanda.”

(Kwik Kian Gie,  Mantan Menteri Koordinator Ekonomi)

Ironis, negara yang sangat kaya sumber daya alam dan mememiliki warisan kebudayaan yang berusia ribuan tahun, justru pasca reformasi malah semakin tenggelam dalam jurang keterpurukan. Lebih dari 110 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan hanya mampu memperoleh makan untuk sesuap nasi saja. Separuh dari penduduk negeri ini telah kehilangan haknya untuk meraih harkat, martabat kemanusiaannya. Seluruh bangsa kehilangan kemampuan untuk membangun kebudayaannya sebagai sebuah bangsa yang besar.

Salah satu penyebab paling utama adalah sistem ekonomi politik yang amburadul yang disertai dengan kepemimpinan nasional yang lemah. Akibatnya negara Indonesia kehilangan visi nasionalisme serta tidak mempunyai kemampuan mengkonsolidasikan, membangun dan mengembangkan ketahanan material dan spirutalnya dalam menghadapi segala macam rintangan dan tantangan baik dari dalam negeri maupun internasional. Apa yang dilakukan oleh penguasa negeri ini, pemerintah, elite politik di DPR, para intelektual ekonomi neolibral, mereka lupa sejarahnya, mereka tidak kenal jati dirinya, mereka terombang-ambing oleh suatu ide, gagasan, mimpi yang dibawa secara imperialistik oleh bangsa lain.

Dengan sadar para penyelengara kekuasaan politik negeri ini menjadi antek dari perusahaan multinasional, negara-negara imperialis, industri keuangan global. Semua kaidah kapitalisme, aturan neolibralisme dan perjanjian internasional World Trade organization (WTO), perjanjian perdagangan bebas Free Trade Agreement (FTA) yang imperialistik disusupkan ke dalam Undang-Undang Dasar (UUD), diadopsi menjadi Undang-Undang (UU), ditiru sebagai peraturan dalam mengatur sendi-sendi kehidupan ekonomi, politik, dan sosial masyarakat Indonesia. Akibatnya perusahaan asing, bank asing, orang-orang asing mengangkangi setiap jengkal tanah dan sumber daya alam negeri ini, menguasai sumber kuangan nasional, mengendalikan perdagangan. Sementara rakyat Indonesia  terus dipinggirkan dan menjadi penonton dari pesta pora modal asing dalam mengeruk kekayaan rakyat.

Miliaran ton hasil perkebunan, hasil tambang, minyak, gas, hasil hutan dan hasil laut, diangkut oleh perusahaan asing ke negara-negara barat. Sumber daya alam (raw material) itulah yang menjadikan negara-negara penjajah tersebut sebagai kekuatan industri utama dan menjadikan negara-negara selatan seperti Indonesia sebagai pasar untuk membuang produk-produk sisa. Bahan mentah dari Indonesia inilah yang menjadikan Eropa, Amerika unggul dalam pertarungan ekonomi global. Lebih tragis lagi, dengan modal sumber daya alam itulah yang menjadikan negara barat hingga hari ini mampu mempertahankan penjajahannya atas tanah air dan bangsa Indonesia.

Buku ini memberikan data kwantitatif, memberikan bukti-bukti yang jelas dan nyata. Penulis yakin bahwa setiap orang yang membaca buku ini di dalam batinnya tertegun dan harus mengakui betapa negara bagsa kita sedang dirusak oleh segelintir elit kekuasaan dan sekutu-sekutunya yang berkolaoborasi dengan elit quasi bisnis. Kondisi bangsa yang berada di ujung tanduk ini haruslah diselamatkan. Arah dan tujuan bernegara harus dikembalikan kepada cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana yang termaktib dalan pancasila dan UUD Kemerdekaan 1945. Di atas landasan itulah maka Indonesia dapat memutar haluan dari kapitalisme neolibralisme menuju Indonesia yang berkeadilan sosial hingga visi kemanusiaan dunia yang adil dan beradab.

M. Hatta Taliwang, Salamudin Daeng, Dkk, adalah salah seorang pendiri Paratai Amanat Nasional, dan anggotan DPR MPR RI dari PAN (1999-2014). Hatta Taliwang pernah menjabat beberpa jabatan setrategis diantaranya: Staf pada Kantor Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahtraan Sosial, Manajer Personalia Puteraco Group, Pemimpin Perusahaan Tabloid Peluang, Ketua Umum Ikatan Alumnus Universitas Muahammadiyah Jakarta, Salah seorang Deklarator Gerakan Indonesia Bersih, Koordinator Grup Diskusi (GD) 77-78, Salah seorang Deklarator Dewan penyelamat Negara , Senior Fellow Indonesian Resources Studies, dan Pendiri Institute Ekonomi Politik Soekarna Hatta. Hatta Taliwan adalah penulis buku, Jendral Besar AH Nasution dan Perjuangan Mahasiswa.

ULYA BOOK STORE(JAWA TENGAH)

Distributor I www.ulyabookstore.com

Jl.Ngaran Mlese Klaten-Solo Km.4,Tuwuhan RT.01/RW.06,Pasungan,Ceper,Klaten, Jateng 57465

(0272)8850149 , 081226574646, 089671356122, 085725408444, Pin BB: 549CCC69,

·  Toko buku online terbesar dan terpercaya dengan buku-buku bestseller pilihan berkulaitas,buku asli dengan kondisi buku baru bersegel, dan dengan potongan harga 30-60% dari harga standart

 

·  Genre: Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, Sosial, Budaya, Politik, Teknik, Statistika, Biografi, Novel, Pendidikan dan Agama.