MEMBELA AKAL SEHAT

Rp. 20.000
Hanya Tersisa 5 lagi
Quantity:

MEMBELA AKAL SEHAT
Upaya Menyelaraskan Politik, Agama, dan Budaya dengan Akal Sehat,

Jeffrie Geovanie,

The International Bestseller,

Genre           : Buku Sosial & Politik (The International Bestseller)

Edisi              : Indonesia

Pengarang   : Jeffrie Geovanie,

Penerbit      : RMBOOKS,

Edisi              : SoftCover (Edisi Deluxe)
Jumlah hal   : 256 hal
Berat            : 250gr

Seri Buku Wajib Interational Bestseller, Genre : Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, Budaya, SOSIAL & POLITIK, Teknik, Statistika, Biografi, Fiksi & Non-Fiksi, Novel, Pendidikan dan Agama,

Harga Rp.25.000,-

(Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim)

“Denyut nadi demokratisasi dan perubahan sosial ekonomi di Indonesia terefleksikan jelas dalam buku ini. Analitis, tajam dan sangat dekat dengan realitas yang senyatanya terjadi. Membaca buku ini membuat kita bisa merasakan dinamika Indonesia.”

(Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina)

“Tepatlah ia menjuduli kumpulan ini dengan Membela Akal Sehat. Seluruh tulisannya bertumpu pada asumsi bahwa akal sehat, semata-mata akal sehat, pun sesungguhnya sanggup membimbing para pejabat untuk mengambil keputusan yang tepat. Ia seakan cuma ingin menkomunikasikan ide-ide ‘akal sehat’ nya kepada pembaca, termasuk – atau terutama – kepada para pelaku politik yang langkah-langkahnya sedang dibahasnya. Bagi saya, buku ini ibarat surat seorang sahabat tentang fakta atau gejala yang menurutnya patut kita perhatikan.”

(Hamid Basyaib, Direktur Program Preedom Institute)

Sejak Mei 1998, Indonesia memasuki era yang disebut Samuel Hutington sebagai transisi menuju demokrasi. Di negara mana pun, era seperti ini senantiansa disambut harapan baru berupa kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih manusiawai. Dikatakan lebih manusiawi karena demokratisasi yang hakiki merupakan proses peralihan sistem bernegara dari yang otoritarian (anti kemanusiaan) menuju demokrasi (yang menghargai dan menjunjung tinggi prisnip-prinsip dasar kemanusiaan).

Salah satu prinsip dasar kemanusiaan yang patut  kita junjung tinggi adalah adanya penghormatan terhadap akal sehat. Karena pada dasarnya, tak ada manusia tanpa akal sehat. Akal sehatlah yang membedakan manusia dari mahluk ciptaan Tuhan yang lain. Tanpa akal sehat, martabat manusia berpotensi besar terperosok, menjadi lebih rendah dari binatang.

Buku ini, berisi tulisan-tulisan yang merefleksikan kegelisahan di tengah situasi politik yang tidak menentu. Secara formal memang ada pelembagaan politik, sebagai kelanjutan dari proses transisi demokrasi. Tapi karena tidak dibarengi dengan dengan tumbuhnya kesadaran berpolitik yang memadai, alih-alih menjadi penyalur aspirasi publik, banyak lembaga politik lahir justru menjadi lahan korupsi baru, menjadi opium yang mematikan nalar publik. Partai-partai yang seyogyanya menjadi pilar utama demokrasi, pada kenyataannya cendrung menjadi penghambat laju demokratisasi. Karena partai-partai, terutama yang lahir setelah pemilu pertama di era transisi, menjadi tempat berlabuh kekecewaan politik para petualang yang gagal meraih dukungan rakyat.

Tragisnya, kecendrungan mengabaikan akal sehat tak melulu mencemari dunia politik, dalam kehidupan agama dan kebudayaan pun banyak sekali ditemukan fenomena yang mendistorsikan akal sehat. Seperti kegiatan berpolitik, kegiatan ritual (keberagaman beragama) dan berbudaya pun tak luput dari tangan-tangan kotor yang menjadikan agama dan budaya sebagai “kuda troya”. Jika situasi seperti ini dibiarkan, kita tak bisa membayangkan, ke arah manakah transisi demokrasi di negeri ini akan mengarah.

Didorong kesadaran untuk memperbaiki keadaan, penulis berupaya mengkampanyekan perlunya kembali ke akal sehat melalui tulisan-tulisan sederhana. Upaya ini tentu belum berarti apa-apa bila dinisbahkan dengan persoalan yang begitu kompleks. Untuk perbaikan yang memadai dibutuhkan upaya bersama dari seluruh komponen bangsa di segala lapisan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sayangnya upaya seperti ini masih belum tampak. Para elit politik lebih gemar saling menyalahkan ketimbang merajut kerja sama, para elit agama begitu mudah menuduh sesat kelompok yang berbeda jalan, padahal kalau akal sehat kita jadikan pijakan dalam memahami firman Tuhan, sungguh jalan menuju Tuhan itu tak terhingga lapangnya, selapang rahmat dan kasih-Nya. Sebagai mahluk yang penuh kelemahan, kita tidak bisa berpretensi memiliki kemampuan memonopoli kebenaran, menguasai jalan menuju Tuhan.

Jeffrie Geovanie, adalah Direktur Eksekutif Lembaga Riset Kebijakan Publik, The Indoneisan Institute, pendiri dan pengurus Yayasan Syafii Maarif, anggota Council of Advisors The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, dan anggota Dewan Redaktur penerbitan Balai Pustaka. Sebagai penulis, analisisnya di bidang ekonomi dan politik kerap menghiasi kolom opini berbagai media nasional, seperti: Kompas, GATRA, Jawa Pos, Republika, Koran Tempo, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Rakyat Merdeka, Seputar Indonesia, dan lain-lain.

ULYA BOOK STORE(JAWA TENGAH)

Distributor I www.ulyabookstore.com

Jl.Ngaran Mlese Klaten-Solo Km.4,5, Tuwuhan RT.01/RW.06,Pasungan,Ceper,Klaten, Jateng 57465

(0272) 8850149 , 081226574646, 085725408444, 089671356122, WA: 081226574646, Pin BB: 549CCC69,

·  Toko buku online terbesar dan terpercaya dengan buku-buku bestseller pilihan berkulaitas,buku asli dengan kondisi buku baru bersegel, dan dengan potongan harga 30-60% dari harga standart

 

·  Genre: Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, Sosial, Budaya, Politik, Teknik, Statistika, Biografi, Novel, Pendidikan dan Agama.