MERETAS JALAN MEMBENTUK KARAKTER

Rp. 40.000
Hanya Tersisa 5 lagi
Quantity:

MERETAS JALAN MEMBENTUK KARAKTER

A.M. Fatwa

Pengantar: Prof Dr. Emil Salim & Prof. Dr. Franz Magnis Suseno

The International Bestseller,

Genre           : Buku Biografi (The International Bestseller)

Edisi              : Indonesia

Pengarang   : A.M. Fatwa

Penerbit      : The Fatwa Center
Edisi              : SoftCover (Edisi Deluxe)
Jumlah hal   : 229 hal

Seri Buku Wajib Interational Bestseller, Genre : Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, Sosial & Politik, Teknik, BIOGRAFI, Novel, Pendidikan dan Agama,

Harga Rp.40.000,-

(Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim)

“ AM. Fatwa mencoba dengan segala ketenangan hati mengungkapkan Peristiwa Tanjung Priuk sambil melihat sebab akibat, dan berbagai prospek kini maupun di masa datang. Sudah seharusnya kita menghargai setiap upaya mengungkap kebenaran, apalagi hal-hal yang sudah lalu yang kita kurang mengetahui apalgi memahaminya. Karena itu, saya menyambut dengan rasa gembira penerbitan buku yang ditulis oleh orang yang mengalami kepahitan akibat ‘Peristiwa Tanjung Priuk’.”

(Prof. DR. Bagir Manan, Mantan Ketua Mahkamah Agung)

“ Dalam wacana gerakan agama dan politik, sosok AM. Fatwa cukup fenomenal dan bisa dijadikan model atau studi kasus perjalanan hidup seorang aktivis mahasiswa, lalu menjadi birokrat dan mubaligh yang kemudian memasuki kancah partai politik sehingga mengantarkan dirinya ke jabatan kursi Wakil Ketua DPR RI dan Wakil Ketua MPR RI. Berkali-kali ia keluar masuk tahanan politik. Kalau berpidato nada suaranya lantang dan kritisnya pedas sehingga membuat telinga penguasa merah pada waktu itu, sedangkan para pendengarnya menjadi tergugah semangat jihadnya.”

(Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Jakarta)

“ Kita dapat merasakan akan ketegaran diri AM. Fatwa sebagai tahanan politik. Menyiratkan pelajaran yang dapat diambil dari insan politik karena membicarakan masalah kepemimpinan nasional, perkembangan organisasi Islam dan perkembangan politik aktual pada masanya. Para kader umat dan kader politik dapat menimba pengalaman dari AM. Fatwa tentang bagaimana sikap dan keyakinan diri ketika berhadapan dengan kekuasaan tirani yang terus menyiksa dirinya, baik mental maupun fisik. Sebagai seorang politisi dan aktivis Islam, baik di PII, HMI, dan Muhammadiyah, tentu saja pikiran dan sikap AM. Fatwa banyak dipengaruhi oleh para gurunya yaitu diantaranya adalah Prof. Kahar Muzakar, Mohammad Natsir, Kasman Singodimedjo, Mohamad Roem, Sjafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahaf, Anwar Harjono, Buya Hamka, dan lain-lain.”

(Prof. DR. A. Syafi’I Ma’arif, Mantan Ketua Umum PP MUhamadiyah)

AM. Fatwa telah menjadi ikon perlawanan dan sikap kritis terhadap rezim otoriter Orde Lama dan Orde Baru. Itulah sebabnya sejak muda ia sudah mengalami teror dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh intel-intel kedua rezim otoriter tersebut, hingga keluar masuk rumah sakit dan penjara. Terakhir ia dihukum penjara 18 tahun (dijalani efektif 9 tahun lalu dapat amnesti) dari tuntutan seumur hidup, karena kasus Lembaran Putih Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984 dan khutbah-khutbah politiknya yang kritis terhadap Orde baru. Dari keluar masuk tahanan politik sebelumnya dia mukim di balik jeruji 12 tahun.

Meski bersetatus narapidana bebas bersyarat (1993-1999) dan menjadi staf khsusus Menteri Agama Tarmidzi Taher dan Quraish Shihab saat itu, mantan Sekertaris Kelompok Kerja Petisi 50 itu bersama Amien Rais menggulirkan gerakan reformasi, hingga Presiden Soeharto mengundurkan diri.

AM. Fatwa pernah menjabat beberapa jabatan struktural dan jabatan semi official pada Pemda DKI Jakarta dan Staff Khsusu Gubernur Ali Sadikin di bidang ploitik dan agama, anggotan DPR RI dan menjadi Wakil Ketua DPR RI, Anggota MPR RI dan menjadi Wakil Ketua MPR RI, dan terakhir ia dianugrahi oleh Negara berupa Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.

Dari buah pikirannya telah lahir lebih dari 24 buku. Atas kreatifitas dan produktifitasnya menulis buku MURI memberinya penghargaan sebagai anggota parlemen paling produktif menulis buku, dan penghargaaan atas pledoi terpanjang yang ditulisnya di penjara Masa Orde Baru. Atas pemikiran dan pengabdiannya pada masyarakat, khusunya di bidang pendidikan luar sekolah, AM. Fatwa dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Negeri jakarta. AM. Fatwa juga memperoleh Award sebagai Pejuang Anti Kezaliman dari Pemerintah Republik Islam Iran yang disampaikan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad di Teheran.

ULYA BOOK STORE(JAWA TENGAH)

Tuwuhan,Pasungan RT.0/RW.06,Ceper,Klaten, Jateng 57465

(0272)8850149 , 081226574646, 089671356122, 085725408444, Pin BB: 549CCC69, 29E14C55

·  Toko buku online terbesar dan terpercaya dengan buku-buku bestseller pilihan berkulaitas,buku asli dengan kondisi buku baru bersegel, dan dengan potongan harga 30-60% dari harga standart

 

·  Genre: Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Marketing, Perbankan, Asuransi, Investasi, Finansial, Kepemimpinan, Motivasi & Pengembangan Diri, Komunikasi &Negosiasi, Psikologi, Kesehatan, Kedokteran&Keperawatan, Komputer&Teknologi, Hukum, Sosial & Politik, Teknik, Biografi, Novel, Pendidikan dan Agama.